Silo SEO: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menerapkannya

google news

Kemampuan untuk membuat konten yang terstruktur dan mudah dipahami oleh mesin pencari sangat penting. Salah satu strategi yang menjadi perhatian dalam dunia SEO adalah Silo SEO. Dengan mengimplementasikan Silo SEO, pengembang website bisa meningkatkan visibilitas dan peringkat halaman mereka di hasil pencarian.

Artikel ini akan membahas secara rinci apa itu Silo SEO, manfaatnya, hingga cara penerapannya yang berguna untuk mengoptimalkan situs web Anda. Mari simak dengan seksama!

Pengertian Silo SEO

Silo SEO

Silo SEO adalah metode untuk mengorganisir halaman-halaman website ke dalam kategori-kategori tertentu dan menghubungkannya melalui tautan internal. Teknik ini bertujuan untuk menciptakan struktur website yang lebih teratur, terstruktur, dan terencana.

Dengan adanya kategorisasi tersebut, hubungan antar halaman menjadi lebih kuat dan terfokus, yang disebut sebagai proses “siloing“. Penerapan Silo SEO menggunakan subfolder untuk setiap kategori, berbeda dengan struktur website umum yang menempatkan semua konten dalam folder root. Pendekatan ini sering disebut sebagai struktur SEO Silo. Sebagai contoh:

Struktur Non-Silo: amsastudio.com/halaman/

Struktur Silo: amsastudio.com/kategori/halaman

Dalam perbandingan sederhana tersebut, tampak bagaimana contoh Silo SEO menggunakan subfolder ‘kategori’ untuk menampilkan ‘halaman’. Pengaturan jumlah dan nama kategori disesuaikan dengan niche website dan tema kontennya. Contoh lebih spesifiknya adalah seperti ini:

Tutorial SEO

amsastudio.com/tutorial/dasar-seo

amsastudio.com/tutorial/tools-seo

Jasa SEO

amsastudio.com/service/keyword-research

amsastudio.com/service/audit-website

Inilah contoh penggunaan subfolder kategori dalam praktek siloing. Langkah selanjutnya dalam Silo SEO adalah menambahkan tautan internal antara konten-konten dalam satu kategori. Sebagai contoh, konten ‘seo-specialist’ dapat dihubungkan dengan tautan internal ke konten ‘seo-writer’.

Manfaat Teknik Silo SEO

Siloing telah terbukti menjadi metode yang cukup efektif dalam meningkatkan kinerja SEO dalam suatu website. Adapun manfaat Silo SEO adalah sebagai berikut.

1. Membantu Menetapkan Fokus Topik Utama Situs Web

Manfaat utama dari Silo SEO adalah membantu menetapkan topik utama atau niche situs web. Meskipun Anda mungkin sudah memilih topik fokus saat memulai situs, seiring waktu, cakupan konten bisa berkembang melebihi batas topik utama.

Dengan Silo SEO, Anda dapat menjaga agar pembahasan tetap berada dalam cakupan niche yang spesifik. Jika perlu memperluas cakupan, penambahan kategori dapat dilakukan secara halus tanpa mengganggu struktur yang sudah ada.

2. Manajemen Konten yang Lebih Tertata

Manfaat kedua dari Silo SEO adalah dalam manajemen konten yang lebih terstruktur. Dengan Siloing, Anda dapat membuat rencana konten terpisah untuk setiap kategori. Ini membantu perencanaan konten dengan cara:

  • Menjadwalkan posting untuk setiap kategori konten.
  • Merekauskan struktur kata kunci pada konten di kategori yang sama.
  • Mengatur tautan internal antara konten sejak tahap perencanaan konten.

Dengan rencana yang terstruktur, produksi konten berkualitas menjadi lebih terorganisir. Mulai dari struktur per halaman hingga struktur keseluruhan situs akan teratur dengan baik.

3. Mempercepat Proses Indexing Google

Manfaat ketiga dari Silo SEO adalah memudahkan Google dalam mengindeks konten. Saat konten diunggah, Google membutuhkan waktu untuk menemukan dan mengindeksnya. Siloing membantu dalam mempercepat proses ini.

Internal linking menjadi faktor kunci dalam Siloing. Google mengevaluasi setiap link di halaman website Anda saat melakukan indeksasi. Dengan demikian, Anda dapat mengarahkan Google ke setiap halaman dan memastikan indeksasi yang optimal.

4. Meningkatkan Peringkat di SERP

Manfaat keempat dari Silo SEO adalah meningkatkan peringkat situs web Anda di Search Engine Results Page (SERP). Peningkatan peringkat melalui Siloing dapat terjadi karena:

  • Mengalirkan PageRank (PR) dan link juice ke semua halaman menggunakan tautan internal.
  • Tautan internal antar konten menjadi lebih kontekstual dan relevan.

Navigasi yang lebih mudah meningkatkan pengalaman pengguna, membantu meningkatkan peringkat situs web Anda di SERP.

Cara Menerapkan Silo SEO

Untuk menerapkan struktur SEO Silo, penting untuk membuat rencana yang terorganisir sejak awal sebelum website dirilis. Meskipun melakukan Siloing pada website yang sudah ada bukanlah hal yang tidak mungkin, namun memerlukan usaha ekstra karena perlu mengevaluasi semua halaman dan konten yang ada.

Berikut langkah-langkah Siloing dari awal hingga akhir:

1. Tentukan Kategori Topik

Langkah pertama dalam menerapkan Silo SEO adalah menetapkan kategori-kategori yang akan digunakan. Sebelum website diluncurkan, bahkan sebelum membuat rencana konten, penting untuk menentukan kategori apa saja yang akan dibuat. Tahap ini sangat krusial karena akan berdampak pada langkah-langkah berikutnya.

2. Buat Navigasi yang Mencerminkan Struktur

Setelah menentukan struktur SEO Silo, langkah selanjutnya adalah membuat navigasi yang menghubungkan ke setiap kategori. Contoh bisa diambil dari portal berita yang menampilkan menu navigasi di bagian atas. Navigasi tersebut akan berfungsi sebagai jalur yang memungkinkan pengguna untuk memperoleh akses ke kategori konten spesifik.

3. Bangun Tautan Internal Link

Langkah ketiga dalam menerapkan Silo SEO adalah membangun internal link atau tautan internal. Setiap konten seharusnya memiliki tautan yang mengarah ke konten lain dalam kategori yang sama. Tautan internal memiliki dua manfaat utama:

  • Memperjelas navigasi dan struktur website bagi pengguna.
  • Memastikan distribusi yang seimbang dari setiap halaman web.

Terkait dengan tautan internal, terdapat perbedaan pendapat di antara praktisi SEO. Meskipun siloing klasik melarang konten dari kategori A memberikan tautan ke konten kategori B, namun Ahrefs memiliki pandangan berbeda. Ahrefs berpendapat bahwa jika topiknya relevan, tautan internal lintas kategori bukanlah masalah, bahkan dianjurkan.

4. Konten Rutin untuk Setiap Kategori

Langkah terakhir dalam menerapkan Silo SEO adalah dengan memposting konten secara berkala. Lanjutkan rencana konten, namun dengan jadwal posting yang merata untuk setiap kategori. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap kategori mendapatkan jumlah posting yang seimbang, sehingga tidak ada kategori yang terabaikan.

Setiap konten baru yang di-posting, sebaiknya dievaluasi untuk menemukan topik relevan yang dapat diberi tautan internal. Meskipun demikian, tetap penting untuk menjaga struktur dan alur PageRank. Prioritas utama adalah halaman utama, dilanjutkan dengan artikel pilar, dan terakhir adalah konten pendukung.

Bangun SEO yang Kuat untuk Website Anda bersama Amsa Studio!

Nah, itulah pembahasan tentang Silo SEO secara lengkap. Jika Anda bingung harus memulai dari mana, jasa SEO dari Amsa Studio adalah solusi tepatnya! Anda tidak hanya mendapatkan solusi SEO yang terpercaya, tetapi juga mendapatkan keunggulan dalam menerapkan strategi Silo SEO yang efektif.

Amsa Studio akan mengatur struktur yang terorganisir secara cermat, meningkatkan visibilitas situs, dan mengoptimalkan kinerja SEO Anda. Jangan ragu lagi, percayakan pada Amsa untuk membantu Anda menghadirkan situs web yang terstruktur dan terdepan dalam peringkat hasil pencarian!

Our Service

Most Recent Posts

PT. AMSA DIGITAL MEDIA

Jl. Rungkut Asri Utara XIX No.80, Kali Rungkut, Rungkut, Surabaya City, East Java 60293

Phone: (031) 87862424

© 2019 PT Amsa Digital Media all rights reserved