Apakah SEO Masih Penting bagi Pelaku Bisnis di Surabaya?

SEO (Search Engine Optimization) telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya pengguna internet mengandalkan Google Search untuk menemukan informasi, kini perilaku pencarian mereka telah bergeser.

Platform visual seperti YouTube, Instagram, dan TikTok menjadi sumber utama pencarian informasi bagi banyak orang. Pergeseran ini terjadi seiring dengan menurunnya minat baca masyarakat di Surabaya maupun di Indonesia secara umum.

Minat Baca dan Perubahan Perilaku Konsumen

Menurut data dari Kalla Institute, minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Survei dari BPS pada tahun 2020 menunjukkan bahwa hanya sekitar 10% penduduk Indonesia yang rajin membaca buku. Selain itu, UNESCO mencatat bahwa Indonesia berada di peringkat kedua dari bawah dalam hal literasi dunia, dengan indeks minat baca hanya 0,001%.

Faktor-faktor seperti aksesibilitas, kualitas pendidikan, budaya membaca, serta dominasi media sosial menjadi penyebab utama rendahnya minat baca ini.

Perubahan ini berdampak signifikan pada cara masyarakat mengonsumsi informasi. Jika dulu mereka lebih banyak membaca artikel panjang di Google, kini mereka lebih memilih konten berbasis visual dan video yang lebih mudah dicerna. Hal ini menjadikan platform seperti Instagram Reels, TikTok, dan YouTube semakin mendominasi cara masyarakat menemukan informasi.

Namun, apakah ini berarti SEO sudah tidak relevan? Jawabannya tidak sesederhana itu. Amsa Studio telah melakukan riset mendalam mengenai perilaku pencarian pengguna di Surabaya dan menemukan bahwa SEO masih sangat penting, terutama untuk jenis informasi tertentu.

Jenis Informasi yang Masih Dicari Melalui Google Search

Berdasarkan riset Amsa Studio, ada beberapa jenis informasi yang masih banyak dicari melalui Google Search, yaitu:

  1. Pencarian Vendor – Banyak pengguna yang masih mengandalkan Google untuk mencari vendor tertentu, baik dalam bidang industri, jasa, maupun B2B.
  2. Informasi Detail Perusahaan – Konsumen masih mencari informasi mendalam tentang suatu perusahaan, seperti alamat, testimoni, dan legalitas.
  3. Produk atau Jasa High-End & Super Spesifik – Layanan seperti pemurnian emas, kontraktor, website developer, dan jasa konsultasi teknis masih memiliki permintaan tinggi di Google.
  4. Travel Agency & Umroh – Meskipun banyak referensi perjalanan di media sosial, pencarian terkait agen perjalanan atau paket umroh tetap dilakukan via Google.
  5. Informasi Bisnis & Keuangan – Seperti update harga sawit, kalkulator kredit, informasi perbankan, serta layanan keuangan lainnya.
  6. Klinik Kecantikan – Pencarian terkait klinik kecantikan di Surabaya masih cukup tinggi karena konsumen ingin mengetahui layanan, harga, dan review sebelum mengambil keputusan.

Jenis Bisnis yang Kurang Relevan dengan SEO

Sebaliknya, ada beberapa jenis bisnis yang mengalami penurunan relevansi terhadap SEO, antara lain:

  1. Bisnis Restoran – Konsumen lebih banyak mencari rekomendasi tempat makan melalui Instagram atau TikTok dibandingkan melalui Google Search.
  2. Properti – Banyak pencarian properti kini lebih dominan melalui platform listing properti seperti Facebook Marketplace atau OLX.
  3. Showroom Mobil – Kebanyakan konsumen mencari informasi tentang jual beli mobil melalui OLX atau Facebook Marketplace. Bahkan saya sendiri membeli mobil lewat Facebook Marketplace.
  4. Toko Online – Dengan berkembangnya marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop, pengguna lebih memilih mencari produk langsung di platform tersebut.
  5. Produk Kecantikan – Influencer dan content creator di media sosial kini lebih berpengaruh dalam mempromosikan produk kecantikan dibandingkan hasil pencarian di Google.

Bagaimana SEO Masih Bisa Digunakan?

Walaupun SEO tidak lagi menjadi strategi utama bagi beberapa jenis bisnis, masih ada cara untuk memanfaatkannya dengan lebih efektif, antara lain:

  1. SEO untuk Brand Awareness – Membuat artikel informatif, panduan, atau studi kasus yang membangun kredibilitas bisnis.
  2. SEO untuk Long-Tail Keywords – Mengoptimalkan kata kunci spesifik yang masih dicari pengguna, misalnya “kontraktor insulasi di Surabaya.”
  3. SEO untuk Local Search – Mengoptimalkan Google My Business dan ulasan pelanggan untuk meningkatkan visibilitas bisnis secara lokal.
  4. SEO Kombinasi dengan Konten Multimedia – Artikel yang dioptimasi SEO tetapi juga dilengkapi dengan video atau infografis untuk meningkatkan daya tarik.

Kesimpulan

SEO tetap menjadi strategi yang penting, tetapi dengan pendekatan yang lebih terarah sesuai dengan jenis bisnis dan perilaku pencarian audiens. Jika bisnis Anda termasuk dalam kategori yang masih relevan dengan SEO, mengoptimalkan website tetap menjadi langkah cerdas. Namun, bagi bisnis yang kurang relevan, mengombinasikan SEO dengan strategi pemasaran lain seperti media sosial dan video marketing akan lebih efektif dalam mencapai target pasar di era digital saat ini.

PT. AMSA DIGITAL MEDIA

Jl. Rungkut Asri Utara XIX No.80, Kali Rungkut, Rungkut, Surabaya City, East Java 60293

Phone: (031) 87862424

© 2019 PT Amsa Digital Media all rights reserved