3 Fitur Otomatis Google Ads yang Perlu Kamu Cek

Google Ads terus mengembangkan fitur otomatisasi untuk membantu pengiklan menjalankan kampanye dengan lebih efisien. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada beberapa perubahan yang bisa memengaruhi tampilan iklan tanpa disadari.

Sejak 12 Oktober, Google mulai menghadirkan tiga fitur yang perlu diperhatikan oleh pengiklan, mulai dari promosi otomatis, penggunaan video dari berbagai sumber, hingga rangkuman ulasan pelanggan berbasis AI.

Bagi kamu yang menjalankan iklan untuk bisnis sendiri atau mengelola kampanye klien, ada baiknya meluangkan waktu untuk mengecek pengaturan berikut.

1. Automated Promotions: Google Bisa Mengambil Promo dari Website Kamu

Google Ads kini dapat mengambil informasi penawaran atau promo dari website dan menampilkannya sebagai promosi di iklan Search maupun Performance Max. Untuk saat ini, fitur ini berlaku pada kampanye yang menggunakan location assets.

Fitur ini bisa membantu menampilkan penawaran yang relevan kepada calon pelanggan tanpa harus mengatur semuanya secara manual. Namun, ada hal yang perlu diperhatikan: apakah promo yang ditampilkan masih berlaku?

Bayangkan kamu pernah membuat halaman promo diskon untuk campaign tertentu, tetapi halaman tersebut masih aktif meskipun promonya sudah berakhir. Jika Google mengambil informasi dari halaman itu, penawaran yang sudah tidak relevan berpotensi muncul di iklan.

Cara mengeceknya:

  • Buka akun Google Ads.
  • Masuk ke menu Assets.
  • Pilih Account-level automated assets.
  • Cari bagian Automated promotions.

Periksa apakah fitur ini aktif dan pastikan informasi promosi yang digunakan masih sesuai dengan penawaran bisnis kamu.

2. Sourced Videos di Performance Max: Video Bisa Diambil Otomatis

Fitur berikutnya berkaitan dengan kampanye Performance Max atau PMax.

Google kini dapat mengambil hingga 10 video untuk setiap asset group dari website, akun media sosial, dan channel YouTube kamu, lalu menggunakannya sebagai materi iklan.

Fitur ini aktif secara default untuk kampanye baru. Google juga menyebutkan bahwa fitur tersebut mungkin telah diaktifkan pada kampanye yang dibuat sebelumnya.

Di satu sisi, otomatisasi ini bisa membantu memperkaya variasi materi iklan. Namun, bukan berarti semua video yang tersedia di berbagai platform cocok untuk digunakan dalam kampanye.

Misalnya, Google memilih video lama yang menampilkan harga berbeda, konten dengan informasi produk yang sudah berubah, atau video yang sebenarnya dibuat untuk kebutuhan organik dan bukan untuk iklan.

Karena itu, penting untuk memeriksa video yang dipilih sebelum membiarkannya berjalan.

Cara mengeceknya:

  • Buka kampanye Performance Max yang ingin diperiksa.
  • Masuk ke Settings.
  • Pilih bagian Asset optimization.
  • Cari opsi Sourced videos.
  • Tinjau video yang dipilih Google sebelum memutuskan apakah akan menggunakannya.

Jangan hanya berfokus pada jumlah aset yang digunakan. Pastikan setiap video tetap sesuai dengan pesan brand, penawaran, dan tujuan kampanye.

3. Review Summaries di Search Ads: Ulasan Pelanggan Bisa Dirangkum dengan AI

Google juga menghadirkan rangkuman ulasan online berbasis AI yang dapat ditampilkan di bawah iklan Search.

Menariknya, fitur ini tidak memerlukan persetujuan atau opt-in secara terpisah.

Rangkuman tersebut dibuat berdasarkan ulasan online dan dapat membantu calon pelanggan mendapatkan gambaran singkat tentang pengalaman orang lain terhadap brand atau produk yang kamu tawarkan.

Namun, ada satu hal yang tidak boleh dilewatkan: apakah rangkuman tersebut benar-benar mencerminkan produk atau layanan yang sedang kamu promosikan?

Google menyebut rangkuman ini berfokus pada sentimen positif. Meski demikian, kamu tetap perlu memastikan bahwa pesan yang ditampilkan relevan dengan produk, layanan, dan positioning brand.

Cara mengeceknya:

  • Buka Google Search.
  • Cari nama brand kamu sendiri.
  • Coba cari juga nama produk atau layanan yang diiklankan.
  • Perhatikan apakah ada rangkuman ulasan yang muncul di bawah iklan.
  • Evaluasi apakah rangkuman tersebut sesuai dengan pengalaman pelanggan dan penawaran bisnis kamu.

Pengecekan sederhana ini bisa membantu kamu memahami bagaimana brand ditampilkan kepada calon pelanggan di hasil pencarian.

Kenapa Pengaturan Ini Penting untuk Pengiklan?

Otomatisasi memang dapat membantu menghemat waktu dan memberikan lebih banyak variasi pada materi iklan. Namun, otomatisasi bukan berarti semua keputusan bisa diserahkan sepenuhnya kepada platform.

Materi promosi yang sudah kedaluwarsa, video yang tidak relevan, atau rangkuman ulasan yang kurang sesuai dapat memengaruhi persepsi calon pelanggan terhadap bisnis kamu.

Karena itu, pengelolaan Google Ads tidak cukup hanya dengan memastikan kampanye aktif dan anggaran berjalan sesuai rencana. Pemeriksaan aset, pesan iklan, dan pengaturan otomatis juga perlu menjadi bagian dari proses optimasi.

Checklist Singkat Google Ads

Sebelum melanjutkan optimasi kampanye, pastikan kamu sudah:

  • Memeriksa fitur Automated Promotions dan memastikan promo masih berlaku.

  • Meninjau video yang digunakan oleh Performance Max.

  • Mengecek rangkuman ulasan yang mungkin muncul pada Search Ads.

  • Memastikan seluruh aset iklan tetap sesuai dengan identitas dan penawaran brand.

Penutup

Tiga fitur ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan Google Ads membutuhkan pemantauan yang berkelanjutan. Fitur otomatis bisa membantu pekerjaan menjadi lebih efisien, tetapi hasilnya tetap perlu dievaluasi agar sesuai dengan strategi bisnis.

Di Amsa Studio, kami percaya bahwa optimasi digital bukan hanya soal memanfaatkan fitur terbaru, tetapi juga memastikan setiap elemen kampanye bekerja sesuai tujuan dan memberikan pengalaman yang tepat bagi calon pelanggan.

Jadi, kapan terakhir kali kamu mengecek pengaturan otomatis di akun Google Ads kamu?

PT. AMSA DIGITAL MEDIA

Jl. Rungkut Asri Utara XIX No.80, Kali Rungkut, Rungkut, Surabaya City, East Java 60293

Phone: (031) 87862424

© 2019 PT Amsa Digital Media all rights reserved