Perbedaan Expired Domain dan Aged Domain Serta Pengaruhnya Setelah Google Update Maret 2024

Apa perbedaan dari expired domain dan aged domain dalam membangun sebuah website? Serta, bagaimana pengaruhnya setelah adanya Google Update “spam” Maret 2024?

Tidak dapat dipungkiri jika domain menjadi salah satu faktor krusial sebelum atau pun sesudah membuat suatu website, terutama jika ini berkaitan untuk website bisnis.

Alih-alih mendapatkan optimalisasi yang unggul, bisa-bisa website malah terkena deindex dan terkena Google Sandbox dalam jangka waktu yang lama.

Faktanya, kami selaku orang yang berkecimpung dalam dunia “perwebsite-an” sejak tahun 2016, terus memantau mengenai kedua hal ini, dan ya! Untuk tahun 2024 ini, semakin jelas jika domain “bekas” pakai akan semakin menyusahkan jika digunakan tidak sesuai peruntukkannya.

Apa Perbedaan Expired Domain dan Aged Domain?

Kami sempat mengira jika kedua jenis domain ini adalah sama, tetapi semakin ke sini, kami semakin memahami kedua jenis domain ini.

Expired domain sendiri seperti namanya merupakan domain kadaluwarsa, yakni domain yang mati atau tidak lagi diperpanjang oleh pengguna atau pemilik awalnya.

Di dunia per-domain-an sendiri memang ada jangka waktu dari domain tersebut agar bisa aktif, dan jika tidak diperpanjang dengan cara dibayar, maka domain tersebut akan tidak aktif.

Dan di masa-masa tersebutlah, domain bisa diambil alih oleh pemilik baru atau orang lain (sesuai dengan kebijakan provider penyedia domain).

Di sisi lain, Aged domain biasanya merupakan domain tua atau yang sudah berumur dan dalam banyak kasus merupakan domain yang masih aktif.

Aged domain masih jadi perdebatan, yakni apakah yang disebut aged domain tersebut harus dalam keadaan masih aktif domainnya atau yang sudah tidak aktif tetapi sudah berumur masih disebut sebagai aged domain.

Hal ini tak terlepas dari beberapa oknum penjual domain nakal yang menjual domain dengan harga tinggi dengan embel-embel aged domain, padahal domainnya sudah pernah tidak aktif dan dapat dikatakan sebagai aged domain, padahal jika statusnya baru diaktifkan kembali dan konten-konten sebelumnya sudah tidak ada, maka harusnya disebut sebagai “bekas” expired domain.

Ya, salah satu alasan kenapa kedua jenis domain ini sering disamakan adalah agar bisa menjual dengan harga yang tinggi, sebab salah satu alasan kenapa aged domain berharga mahal adalah karena umur serta isi kontennya yang masih ada.

Pengaruh Aged Domain dan Expired Domain Setelah Update Algoritma Maret 2024

Di Maret 2024 sendiri, praktisi dan pakar SEO di Indonesia banyak yang harus melakukan banyak hal guna tetap bisa bersaing dan di mesin pencarian Google.

Sebab di Maret 2024 sendiri, Google merilis 2 pembaharuan sekaligus, yakni Update Core serta Update Spam. Di mana jika sampai Google melakukan lebih dari 1 jenis pembaharuan dalam satu bulan, maka bisa diartikan sedang ada ubahan yang besar.

Via developers.google.com, disebutkan jika salah satu aspek yang “diperangi” adalah penyalahgunaan domain hangus, atau dalam hal ini, kita menyebutnya sebagai expired domain.

Google sendiri mengatakan jika domain hangus (expired domain) yang disalahgunakan merupakan tindakan spam dan berpotensi terkena deindex.

“Penyalahgunaan domain hangus adalah ketika nama domain yang sudah hangus dibeli dan dialihfungsikan, terutama untuk memanipulasi peringkat Penelusuran dengan menghosting konten yang tidak memberikan nilai signifikan kepada pengguna. Misalnya, seseorang mungkin membeli domain yang sebelumnya digunakan oleh situs medis dan mengalihfungsikannya untuk menghosting konten terkait kasino berkualitas rendah, dengan harapan akan sukses di Penelusuran berdasarkan reputasi domain tersebut dari kepemilikan sebelumnya.” – Google

Google sendiri mengetahui tindakan yang sering dilakukan dalam black hat SEO seperti menyalahgunakan domain hangus, tetapi meski begitu, domain hangus atau expired domain  masih bisa digunakan, tetapi dengan syarat yang lebih ketat.

“Penyalahgunaan domain hangus bukanlah hal yang dilakukan orang secara tidak sengaja. Praktik ini dilakukan oleh orang-orang yang berharap mendapatkan peringkat yang bagus di Penelusuran dengan konten bernilai rendah menggunakan nama domain yang sebelumnya memiliki reputasi baik. Domain ini umumnya tidak ditujukan bagi pengunjung untuk ditemukan dengan cara lain, kecuali melalui mesin telusur. Anda dapat menggunakan nama domain lama untuk situs baru dan asli yang didesain untuk mengutamakan pengguna.” – Google

Saran Menentukan Domain

Sejujurnya, kami melihat banyak website yang terdampak oleh kebijakan spam dari domain hangus ini. Dampak tersebut berupa dihilangkan dari mesin pencari Google sepenuhnya, atau ada juga yang deindex sampai lebih dari 70%.

Oleh karenanya jika kalian ingin membuat website terlebih untuk bisnis, maka sebaiknya perhitungkan matang-matang mengenai nama domain.

Usahakan menggunakan domain original, maksudnya adalah domain yang sebelumnya belum pernah digunakan oleh siapa pun.

Sebab jika pun mencari keuntungan dari expired domain atau pun aged domain, maka di tahun 2024 ini akan semakin susah karena Google terus meningkatkan sistem mereka.

Memang, domain baru berpotensi lebih lama untuk populer bila dibandingkan dengan aged domain, tetapi jika dikelola dengan baik, maka domain baru atau domain yang masih “original” bisa lebih perform bila dibandingkan aged domain dengan segala resikonya.

 

Our Service

Most Recent Posts

PT. AMSA DIGITAL MEDIA

Jl. Rungkut Asri Utara XIX No.80, Kali Rungkut, Rungkut, Surabaya City, East Java 60293

Phone: (031) 87862424

© 2019 PT Amsa Digital Media all rights reserved